Nilai berbobot
Kebanyakan mata kuliah memberi bobot berbeda pada tiap komponen: tugas mungkin 20% dari nilai, UTS 30%, proyek 25%, dan UAS 25%. Nilaimu saat ini adalah rata-rata berbobot dari komponen yang sudah dinilai: setiap nilai dikali bobotnya, dijumlahkan, lalu dibagi total bobot.
Contoh perhitungan
Tugas 88 (bobot 20), UTS 92 (30), proyek 79 (25):
(88×20 + 92×30 + 79×25) ÷ 75 = 86,6 sejauh ini.
Dengan 25% nilai tersisa (UAS), berapa yang dibutuhkan untuk nilai akhir 90? (90 × 100 − 6.495) ÷ 25 = 100,2. Itu tidak mungkin tanpa nilai tambahan; untuk nilai akhir 88 kamu butuh 92,2 di UAS.
Tips
- Cek RPS atau kontrak kuliah untuk bobot persisnya; totalnya harus 100.
- Tulis setiap komponen di baris sendiri, dengan label opsional di depan:
Kuis 1 87,5 10. - Jika memakai skala poin, bagi poinmu dengan poin maksimal lalu kali 100.
Untuk mengubah ke huruf dan IPK, ikuti tabel konversi kampusmu, misalnya A untuk 85 ke atas.
Cara kerjanya
Halaman ini membaca dua angka terakhir di setiap baris sebagai nilai dan bobot. Setiap nilai dikalikan bobotnya, dijumlahkan, lalu dibagi total bobot untuk mendapat nilai saat ini. Jika total bobot kurang dari 100, halaman juga menghitung rata-rata nilai yang dibutuhkan pada sisa bobot untuk mencapai target. Baris yang tidak terbaca akan ditandai.
Pertanyaan umum
Bagaimana menghitung nilai berbobot?
Kalikan setiap nilai dengan bobotnya, jumlahkan, lalu bagi dengan total bobot.
Berapa nilai UAS yang aku butuhkan?
Masukkan nilai yang sudah ada dan targetmu; halaman menampilkan nilai yang dibutuhkan di sisa bobot.
Bagaimana jika nilai yang dibutuhkan di atas 100?
Target tidak bisa dicapai tanpa nilai tambahan. Coba target lebih rendah untuk melihat yang mungkin.
Apakah bobot harus berjumlah 100?
Tidak. Masukkan komponen yang sudah dinilai; sisanya dianggap belum dinilai.
Sumber
- OpenStax, Introductory Statistics 2e — 2.5 Measures of the center of the data
- Wikipedia — Weighted arithmetic mean
Ditinjau 17 Okt 2026 · vektor uji fixtures/calculators/everyday/grade-calculator/